Muhammadiyah sejak didirikan seratus duabelas tahun yang lalu memiliki tradisi unik dan khas bagaimana menanamkan ajaran nilai-nilai bagi warganya.
Tradisi unik tersebut adalah tradisi pengajian. Tradisi ini menjadi trend dan berkelanjutan sampai saat ini. Dan ini menjadi agenda rutin Persyarikatan mulai dari tingkat pusat sampai dengan ranting.
Tradisi pengajian yang telah dicontohkan Kyai Ahmad Dahlan dalam setiap dakwahnya. Bahkan sebelum ia mendirikan Muhammadiyah. Tradisi ini sudah dimulai sejak ia menggantikan ayahnya Kyai Abu Bakar mengisi beberapa pengajian.
Dari pengajian pengajian inilah Muhammadiyah menjadi besar dan berkembang, seiring dengan berkembang dan majunya berbagai amal usaha yang dikelolanya.
Dan lebih dari itu semua, melalui pengajian ini pula, Kyai Ahmad Dahlan ingin menanamkan kepada warganya untuk selalu menjalin dan menjaga silaturrahim.
Suasa covid 19 yang sampai saat ini belum menunjukkan kurva menurun. Bahkan dibeberapa wilayah mengalami peningkatan.
Dampaknya beberapa aktifitas seperti untuk sekedar saling menyapa sedikit terganggu. Akan tetapi keberadaan setiap pengajian yang digagas Muhammadiyah, paling tidak bisa mengobati rasa kerinduan bertemu dengan sesama sahabat dan saudara.
Hari ini saya turut merasakan itu. Pertemuan dengan sesama Dosen di acara pengajian merupakan kebahagian tersendiri.
Hari ini Ustadz Sarli Amri dan Kyai Kasan menjadi pengobat kerinduan itu.
Semoga gerakan yang bermodel pengajian ini, selalu menjadi pengobat rindu selain nilai nilai ilmu yang diraih.
__
Tangerang. Sep. 6.2020.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar