PESAN TERAKHIR SANG GURU
Turizal Husein (Abi).
__
Selepas menunaikan ibadah sholat subuh di Masjid al-Hidayah, yang letaknya tidak jauh dari rumah. Saya menyempatkan membuka whatsapp. Perasaan ini seketika mendadak terkejut, dan spontan mengucapkan Innalillahi wa innailaihi raajiun.
Prof. DR. H.A. Malik Fadjar, M.Sc dikabarkan meninggal dunia kemarin malam, Senin 7 September 2020 pada pukul 19.00. Muhammad Iyah kehilangan sosok teladan sekaligus tokoh bangsa yang sangat peduli pada dunia pendidikan.
Pertemuan kami (Civitas Akademika UMT, Muhammadiyah dan Ortom se Banten) terakhir dengan Almarhum , ketika beliau menjadi keynote speaker Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah 48 "Reinvensi Pendidikan Muhammadiyah". Yang diselenggarakan pada tanggal 15 Februari 2020.
Hari itu tampilan Almarhum sangat luar biasa. Sederhana dan selalu menebar senyum. Usia tua tidak menyurutkan semangat untuk terus mengabdi dan berbagi demi kepentingan Muhammadiyah dan Bangsa.
Kesederhanaan yang ia tunjukan, seakan menjadi saksi dan bukti bahwa ia merupakan sosok yang patut diteladani.
Jabatan Mentri Agama RI, Mendiknas, Menko Kesra, Rektor UMM dan UMS serta Wantimpres tidak lantas membuat kehidupannya serba mewah. Ia tetap menjadi sosok yang sederhana. Ia tetap turun kebawah. Melihat sekolah sekolah. Beliau Sosok seorang guru sekaligus pendidik sejati.
Dalam keynote speaknya beliau menyampaikan bahwa Muhammadiyah itu besar. Oleh karena itu untuk mengelola setiap amal usaha yang dimiliki harus ada kekhususan.
Kemudian pendidikan Muhammadiyah menjadi salah satu ujung tombak perjalanan Muhammadiyah.
Pendidikan Muhammadiyah harus ada aktivitas. Adanya aktivitas menandakan bahwa ada kehidupan di dalamnya.
Apapun kondisi sekolah atau kampus harus selalu hidup. Dengan hidup ia akan berkembang.
Berkembangnya Muhammadiyah sudah diawali oleh Kyai Ahmad Dahlan dengan membangun Sumber Daya Manusianya. Dengan SDM unggul inilah dikemudian hari Muhammadiyah menjadi kekuatan yang luar biasa, terutama dalam tiga pilar gerakannya yaitu schooling, bearing dan feeding.
Diakhir Ceramah beliau berpesan untuk pendidikan Muhammadiyah, khususnya Banten untuk selalu bergairah. Membenahi manajemen dan mengendorkan birokrasi.
Kompak jangan gegeran. Kalau sudah besar jangan geger. Hindari konflik. Selalu menempatkan Muhammadiyah sebagai ladang amal ibadah kita semua.
Selamat jalan Ayahanda Prof Malik Fajar. Kami akan selalu mengenang jasa jasamu.
___
Kampus UMT. Sep.8.2020

Swmoga diampuni semua dosanya dan diterima amal ibadahnya
BalasHapusAamiin
BalasHapus